Mencegah Stroke Hemoragik

Mencegah Stroke Hemoragik - Pemicu stroke hemoragik adalah pembengkakan di salah satu bagian pembuluh darah yang lemah.Kelemahan itu bisa disebabkan faktor bertambahnya usia,keturunan,dan tekanan darah tinggi (hipertensi).Meski kasusnya lebih sedikit dibandingkan stroke iskemik,hemoragik sering mengakibatkan kematian.Biasanya sekitar 50 persen kasus stroke hemoragik mengakibatkan kematian.Biasanya sekitar 50 persren kasus stroke hemoragik akan berujung kematian,sedangkan pada stroke iskemik hanya 20 persen.

Pasien dengan pendarahan intarserebal memerlukan evaluasi bedah saraf untuk mendeteksi dan mengobati penyebab pendarahan,meskipun banyak mungkin tidak perlu operasi.Antikoagulan dan antithrombotics,kunci dalam mengobati stroke iskemik,dapat membuat pendarahan parah dan tidak dapat digunakan dalam perdarahan intraserebral.Pasien dimonitor dan tekanan darah mereka,gula darah,dan oksigenasi disimpan dalam tingkat optimal.

Strategi penanggulangan stroke dan cara Mencegah Stroke Hemoragik:
Sekurang-kurangnya ada 5 komponen dalam strategi penanggulangan stroke.Kelima komponen tersebut adalah :
1. Mencegah Stroke Hemoragik dengan Promotif
Upaya ini bertujuan untuk menurunkan angka kejadian stroke dengan mencegah peningkatan faktor resiko stroke di masyarakat.Termasuk upaya ini adalah kampanya atau penyuluhan tentang gaya hidup sehat agar terhinda dari berbagai faktor resiko sepertimerokok,minum alkohol,inaktivitas dan obesitas.


2. Mencegah Stroke Hemoragik dengan Prevensi primer

Upaya ini bertujuan untuk menurunkan angka kejadian stroke dengan mencari dan mengobati individu yang mempunyai faktor resiko tinggi terserang stroke.Antara lain hipertensi,diabetes mellitus dan penyakit jantung.


3. Prevensi sekunder
Untuk mencegah serangan ulang pada penderita yang pernah mengalami stroke atau TIA (transient ischemic attack).Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka kekambuhan (frekuensi).


4. Mencegah Stroke Hemoragik dengan Terapi stroke fase akut

Upaya ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian atau kecacatan pada penderita yang mengalami serangan stroke untuk pertama kalinya maupun serangan ulang.


5. Mencegah Stroke Hemoragik dengan Rehabilitasi

Disamping keempat kom[onen di atas,tidak kalah pentingnya adalah usaha meningkatkan kemandirian penderita melalui upaya rehabilitasi.


Pencegahan sekunder terhadap stroke iskemik/TIA dapat dilaksanakan dengan pemberian aspirin,ticlopidine,clopidogrel,dipridamol,warfarin,obat-obat anti hipertensi,obat-obat antihiperlipidemia,dan anjuran untuk menghentikan merokok.Pada kasus tertentu dengan ditemukannya plak/sumbatan lemak di pembuluh leher yang mengarah ke otak maka dapat dipertimbangkan tindakan operatif yang disebut carotid endarterectomy.

Aspirin dapat menurunkan kemungkinan terjadinya stroke ulang sebesar dua pertiga.Warfarin terutama ditujukan pada penderita yang mengalami fibrilasi atrium nonvalvular.Selain itu,warfarin juga dapat diberikan kepada penderita stroke kardiemboli yang bersumber pada penyakit jantung valvular dan infark miokardial baru.Titik tangkap aspirin adalah pemutusan jalur siklo-oksigenase sebagai aktivator platelet.Ticlopidine berfungsi secara primer sebagai penghambat jalur adenosin difosfat,mencegah penumpukan platelet.Clopidogrel secara kimiawi mirip dengan tiklopidin.



Jamu Tetes Soman Untuk Pengobatan Stroke

 1 Botol Jamu Tetes Soman Kemasan 15 ml Dengan Harga Rp. 230.0000, Diminum 5 tetes x 3 kali sehari. (Website: JamuTetesSoman.com)

Manfaat Jamu Tetes Soman


Untuk Mengatasi dan Mengobati Stroke Serta Meringankan Gejala Stroke




Cara Pemesanan Jamu Tetes Soman

Order melalui SMS ke 0852-8272-6096, tuliskan: Pesan Jamu Tetes Soman, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Anda Lengkap.


Kami akan membalas sms Anda untuk Data Transfer dan Konfirmasi Pengiriman Paket Jamu Tetes Soman ke tempat Anda!

Mencegah Stroke Hemoragik

Terapi Untuk Stroke Hemoragik

Terapi Untuk Stroke Hemoragik - Mengetahui jenis stroke bagi fisio terapi tentunya sangat diperlukan dalam hal merancang program latihan fisioterapi yang akan diberikan pada pasien,hal ini juga berkaitan dengan intervensi awal bagi penderita stroke,intervensi fisioterapi pada jenis stroke non hemoragik sebaiknya dilakukan mobilisasi dini (dimulai dalam 48 jam) setelah serangan stroke.

Terapi Untuk Stroke Hemoragik dengan latihan sebaiknya tidak diberikan apabila tekanan darah 180/110 mmHg atau 80/50 mmHg.Sedangkan untuk jenis stroke hemoragik sekitar 3 minggu atau setelah masa akut telah lewat.Dalam hal stroke jenis hemoragik penentuan penyebab hemoragiknya pun harusnya jelas apakah karena aneurisma,arterousvenous malformation,atau disebabkan karena terjadinya iskemik lalu karena hipertensi menyebabkan hemoragik.


Terapi Untuk Stroke Hemoragik dengan Rehabilitasi stroke ada sekitar 30%-40% penderita stroke yang masih dapat sembuh secara sempurna asalkan ditangani dalam jangka waktu 6 jam atau kurang dari itu.Hal ini penting agar penderita tidak mengalami kecacatan.Kalaupun ada gejala sisa seperti jalannya pincang atau berbicaranya pelo,namun gejala sisa ini masih bisa disembuhkan.

Sayangnya,sebagian besar penderita stroke baru datang ke rumah sakit 48-72 jam setelah terjadinya serangan.Bila demikian,tindakan yang perlu dilakukan adalah pemulihan.Tindakan pemulihan ini penting untuk mengurangi komplikasi akibat stroke dan berupaya mengembalikan keadaan penderita kembali normal seperti sebelum serangan stroke.

Terapi Untuk Stroke Hemoragik dan Upaya untuk memulihkan kondisi kesehatan penderita stroke sebaiknya dilakukan secepat mungkin,idealnya dimulai 4-5 hari setelah kondisi pasien stabil.Tipa pasien membutuhkan penanganan yang berbeda-beda,tergantung dari kebutuhan pasien.Bila suplai oksigen terputus selama 8-10 detik saja,bakal terjadi gangguan fungsi otak.Bila lebih lama 6-8 menit,bisa terjadi jejas (luka) yang tidak dapat pulih (irreversible),bahkan bisa berakhir dengan kematian.

Jika bagian yang berpartisipasi dalam fungsi bicara terganggu,penderitanya menjadi tidak mampu berbicara atau pelo.Demikian pula bila bagian-bagian lain yang terganggu,dapat mengakibatkan penderitanya menjadi lumpuh separuh badan dan lain sebagainya.

Kelainan yang terjadi akibat gangguan peredaran darah di otak dibagi atas dua yaitu iskemik (stroke non hemoragik) dan perdarahan (stroke hemoragik).Kedua keadaan ini dapat terjadi secara bersamaan.Pada iskemik,sekitar 80% stroke disebabkan oleh aterosklerosis atau menumpuk dan mengerasnya lemak yang mengandung kolesterol (plak) dalam pembuluh darah.

Pertumbuhan plak membuat dinding dalam arteri menjadi kasar.Permukaan yang tidak rata tersebut dapat menimbulkan perputaran aliran darah di sekitar timbunan bagai sebuah batu besar  di tengah aliran sungai deras yang bisa memicu terbentuknya gumpalan.Biasanya hal ini terjadi karena terganggunya pasokan darah sesaat.Sewaktu serangan ini tubuh secara alami mengeluarkan enzim yang akan melarutkan gumpalan itu dengan cepat dan memperbaiki aliran darah.

Sementara itu,perdarahan atau hemoragik terjadi bila salah satu pembuluh darah di otak bocor atau pecah.Darah yang keluar dari pembuluh yang bocor itu kemudian mengenai jarinagn otak di sekitarnya,sehingga menimbulkan kerusakan.Selain itu,sel-sel otak pada bagian lain dari bocoran atau pecahan itu juga akan mengalami kekurangan darah dan kerusakan.



Jamu Tetes Soman Untuk Pengobatan Stroke

 1 Botol Jamu Tetes Soman Kemasan 15 ml Dengan Harga Rp. 230.0000, Diminum 5 tetes x 3 kali sehari. (Website: JamuTetesSoman.com)

Manfaat Jamu Tetes Soman


Untuk Mengatasi dan Mengobati Stroke Serta Meringankan Gejala Stroke




Cara Pemesanan Jamu Tetes Soman

Order melalui SMS ke 0852-8272-6096, tuliskan: Pesan Jamu Tetes Soman, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Anda Lengkap.


Kami akan membalas sms Anda untuk Data Transfer dan Konfirmasi Pengiriman Paket Jamu Tetes Soman ke tempat Anda!

Terapi Untuk Stroke Hemoragik

Stroke Hemoragik Dan Non Hemoragik

Stroke Hemoragik Dan Non Hemoragik - Diagnosis stroke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan fisik.Pemeriksaan fisik dapat membantu lokasi kerusakan pada otak.Ada 2 jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Celebrocascular Disease/CVD),yaitu computed tomography (CT scan) dan magnetic fresonance imaging (MRI). Lalu apa itu Stroke Hemoragik Dan Non Hemoragik?

Stroke Hemoragik Dan Non Hemoragik
Stroke Hemoragik Dan Non Hemoragik
CT scan diketahui pendeteksi imaging yang paling mudah,cepat dan relatif murah untuk kasus stroke.Namun dalam beberapa hal.CT scan kurang sensitif dibandingkan dengan MRI,misalnya pada kasus stroke hiperakut.Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI.Kedua pemeriksaan tersebut juga dapat membantu menentukan penyebab dari stroke,apakah pendarahan atau tumor otak.Kadang dibutuhkan angiografi yaitu penentuan susunan pembuluh darah/ getah bening melalui kapilaroskopi atau fluoroskopi penanganan stroke.

Jika mengalami resiko stroke,segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebab bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah.Untuk menentukan jenis stoke apakah non hemoragik atau haemoragik sejatinya adalah dengan menggunakan Ctscan atau pun MRI,sayangnya peralatan Ctscan atau MRI masih sangat kurang tersedia di rumah sakit di daerah bahkan di kota sekalipun.

Untuk menentukan diagnosa stroke TS fisioterapi bisa menggunakan score klinik.Dibawah ini adalah skor klinik yang dikenal dengan nama skor Hasanudin yang merupakan modifikasi sistim skor Widjaya dari 12 variabel (transient ischemik attack,permulaan serangan,waktu serangan,sakit kepala,muntah,kesadaran,tekanan darah,tanda rangsang selaput otak,fundus okuli,pupil,pemeriksaan darah,febris) yang kemudian diteliti oleh Gunawan D di makassar yang menjadi lima variabel (sakit kepala,tekanan darah,muntah,waktu serangan,dan kesadaran) yang kemudian dikenal dengan nama Hasanudin Skor Stroke.

Hasanudin Skor Stroke

No. Variabel
1. Tekanan darah saat serangan/MRS :

- Tensi lebih atau sama dengan 200/110 mmHg skor 7,5
- Tensi kurang atau sama dengan 200/110 mmHg skor 1

2. Waktu serangan :

- Aktif/bergiat skor 6,5
- Tidak aktif/istirahat skor 1

3. Sakit kepala :

- Sangat hebat skor 10
- Hebat skor 7,5
- Ringan skor 1
- Tidak ada skor 0

4. Muntah :

- Saat serangan skor 10
- Kurang atau sama dengan 24 jam saat serangan skor 7,5
- Lebih atau sama dengan 24 jam saat serangan skor 1
- Tidak ada skor 0

5. Kesadaran :

- Kehilangan kesadaran kurang 24 jam saat serangan skor 10
- Kehilangan kesadaran lebih 24 jam saat serangan skor 1
- Kehilangan kesadaran sementara lalu pulih skor 1
- Tidak ada skor 0

Jika nilai skor penderita stroke kurang dari 15,maka diagnosa klinik adalah stroke non hemoragik.

Jika nilai total skor penderita stroke lebih dari 15,maka diagnosa klinik adalah stroke hemoragik.



Jamu Tetes Soman Untuk Pengobatan Stroke

 1 Botol Jamu Tetes Soman Kemasan 15 ml Dengan Harga Rp. 230.0000, Diminum 5 tetes x 3 kali sehari. (Website: JamuTetesSoman.com)

Manfaat Jamu Tetes Soman


Untuk Mengatasi dan Mengobati Stroke Serta Meringankan Gejala Stroke




Cara Pemesanan Jamu Tetes Soman

Order melalui SMS ke 0852-8272-6096, tuliskan: Pesan Jamu Tetes Soman, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Anda Lengkap.


Kami akan membalas sms Anda untuk Data Transfer dan Konfirmasi Pengiriman Paket Jamu Tetes Soman ke tempat Anda!

Stroke Hemoragik Dan Non Hemoragik